0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 

MARKET MOVERS: Laporan GDP AS Menyusut Tajam, Dolar AS Masih Terancam Melemah

Forex
31 Juli 2020 | 10:06 WIB

Dolar AS telah melemah di awal sesi Jumat (31/7), dengan harga emas mencatat level tertinggi $1969 pagi ini, setelah laporan GDP AS mencatat rekor penyusutan tajam.

Laporan GDP kuartal ke-2 AS pada hari Kamis malam mencatat penyusutan sebesar 32.9%, dan merupakan salah satu penyusutan GDP terbesardi AS. Beberapa pelaku pasar sempat menyebutkan penyusutan ini ditakutkan dapat memicu kembali The Great Depression (Depersi Besar) yang terjadi tahun 1929, juga diawali gagalnya perekonomian di AS yang memicu keruntuhan ekonomi global.

Pelemahan dolar AS tertekan oleh 3 faktor dalam negeri, yaitu, penyebaran wabah Korona yang nampak tidak dapat diselesaikan, Imbas buruk ekonomi dari peningkatan pasien Korona di AS tersebut, dan kericuhan setelah aksi kekerasan polisi yang menyulut api kemarahan pada masyarakat AS terutama rakyat kulit berwarna. Selain faktor dalam negeri, tentu beberapa tindakan AS kepada negara lain juga mendorong ganjalan pada GDP AS tersebut. Pakar ekonomi menghawatirkan penyusutan GDP ini masih berlanjut hingga laporan di kuartal ke-3, dimana pada awal kuartal ini belum menunjukkan pemulihan ekonomi, tetapi nampak lebih buruk, dan kembali menekan dolar AS.



Potensi Pergerakan:
 
EMAS
Harga emas ditutup turun $14.59, terkoreksi oleh sinyal double top pada chart 1 jam kemarin. Harga emas berpeluang naik menguji resisten $1972 - $1981 bila pelemahan dolar AS atas laporan GDP yang buruk berlanjut. Level support pada kisaran $1922 - $1939.

MINYAK
Harga minyak ditutup turun $0.99 setelah laporan GDP AS semalam yang buruk memicu ketakutan penyusutan permintaan minyak mentah di AS. Harga minyak berpotensi turun menguji support $38.70 - $39.70 bila kekhawatiran resesi di AS berlanjut. Level Resisten pada kisaran $41,00 - $41.55.

EURUSD
EURUSD menguat 56 pips di sesi Kamis, akibat pelemahan dolar setelah laporan GDP AS yang buruk. EURUSD berpotensi lanjutkan penguatan menguji resisten 1.1940 - 1.2000 bila pelemahan dolar AS berlanjut. Level Support pada kisaran 1.1800 - 1.1820.

GBPUSD
GBPUSD berakhir naik 99 pips di sesi kemarin, tertopang pelemahan dolar AS. GBPUSD berpotensi naik menguji level resisten pada kisaran 1.3150 - 1.3200 bila pelemahan dolar AS berlanjut. Level support pada kisaran 1.3000 - 1.3060.

USDJPY
USDJPY menutup sesi Kamis dengan turun sebesar 20 pips setelah pelemahan dolar AS semalam. USDJPY masih berpotensi melanjutkan pelemahan menguji support 104.00 - 104.20. level resisten pada kisaran 105.00 - 105.35.

 
AUDUSD
AUDUSD catat penguatan 8 pips kemarin. Laporan Manufaktur Tiongkok yang lebih baik dari periode sebelumnya dapat menopang AUDUSD menguat menguji resisten 0.7235 - 0.7250. Level Support pada kisaran 0.7115 - 0.7165.

INDEKS NIKKEI
Indeks Nikkei ditutup turun 265 poin di sesi Kamis. Potensi penguatan yen Jepang dan kekhwatiran pemulihan ekonomi AS akan menghambat pemulihan ekonomi global dapat menekan indeks Nikkei turun menguji support 21500 - 21700. Level Resisten pada kisaran 22300 - 22540.

INDEKS HANG SENG
Indeks Hang Seng catat pelemahan 265 poin di sesi Kamis. Kekhawatiran pemulihan ekonomi AS akan menghambat pemulihan ekonomi global dapat menekan indeks Hang Seng turun menguji support 24000 - 24400. Level Resisten 25000 - 25300.

RELATED NEWS

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI