0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 

Pekan Ini Harga Emas Berpotensi Turun Karena Outlook Penguatan Dollar AS, Waspadai Data Tenaga Kerja AS

Commodity
3 Mei 2021 | 10:00 WIB
Harga emas berpeluang bergerak turun pada pekan ini dibalik outlook penguatan dollar AS dan tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS yang dipicu oleh spekulasi di kalangan pelaku pasar bahwa bank sentral AS akan memperketat kebijakan moneternya dibalik optimisnya data ekonomi AS akhir-akhir ini. Fokus utama pekan ini akan tertuju ke data tenaga kerja Amerika Serikat.

Pekan lalu, Amerika Serikat melaporkan data pertumbuhan domestik bruto mereka di kuartal pertama tumbuh sebesar 6,4%, serta klaim tunjangan pengangguran AS juga menyusut jumlahnya sebesar 13.000 menjadi 553.000. Data tersebut telah menjadi sentimen positif untuk pergerakan dollar AS dan tingkat imbal hasil obligasi AS.

Data ekonomi AS yang optimis cenderung akan meningkatkan lebih banyak belanja, yang mana itu dapat menopang kenaikan harga-harga. Ketika harga-harga naik, maka Federal Reserve secara historis melakukan intervensi dengan menaikan suku bunga untuk mencegah inflasi.

Data-data ekonomi tersebut juga seolah memperkuat pandangan pemimpin bank sentral AS Jerome Powell yang pada pekan lalu mengatakan bahwa ekonomi AS telah menguat dengan cukup baik, meskipun bank sentral juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di dekat level nol persen dan pembelian obligasi sebesar $120 miliar per bulan, yang mana ini sempat meredam spekulasi untuk pengurangan pembelian obligasi yang lebih cepat karena jumlah tenaga kerja masih jauh dari target mereka.

Namun, penurunan harga emas berpeluang terbatas jika pasar mempertimbangkan pernyataan terbaru dari Presiden AS Joe Biden pada pekan lalu yang mendorong untuk mendapatkan $1.8 triliun lainnya dalam pengeluaran, yang berisiko memperbesar anggaran dan defisit perdagangan AS, yang mana ini dapat menjadi beban untuk pergerakan dollar AS.

Selanjutnya untuk pekan ini pasar akan mencari katalis dari sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dengan fokus utama tertuju ke data Non-Farm Employment Change yang dirilis pada hari Jumat pukul 19:30 WIB. Data tersebut akan menjadi indikator penting untuk bagaimana sikap bank sentral AS di masa mendatang di tengah spekulasi pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat.

Jika datanya dirilis lebih baik dari estimasi tentu akan semakin membebani harga emas karena akan semakin solidnya kinerja dollar AS. Namun, jika hasilnya lebih buruk dari estimasi, harga emas berpotensi memangkas pelemahannya dan bahkan bisa berbalik menguat karena ini dapat menjadi pembenaran dari bank sentral AS untuk terus mempertahankan kebijakan akomodatifnya.

Fokus data dan event pekan ini untuk XAUUSD:

No

TANGGAL

DATA

1

Senin 3 Mei 2021, 21:00 WIB

US ISM Manufacturing PMI

2

Selasa 4 Mei 2021, 19:30 WIB

US Trade Balance

3

Selasa 4 Mei 2021, 21:00 WIB

US Factory Orders

4

Rabu 5 Mei 2021, 19:15 WIB

US ADP Non-Farm Employment Change

5

Rabu 5 Mei 2021, 21:00 WIB

US ISM Services PMI

6

Kamis 6 Mei 2021, 19:30 WIB

US Unemployment Claims

7



Jumat 7 Mei 2021, 19:30 WIB

US Average Hourly Earnings m/m

8

US Non-Farm Employment Change

9

US Unemployment Rate


Analisis Teknikal




Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek selama harga tertahan pergerakannya di bawah level indikator moving average 100 di dalam grafik daily di kisaran 1800. Potensi penurunan ditunjukkan oleh indikator seperti RSI dan Stochastic yang bergerak turun .

Potensi target support terdekat berada di level 1734 yang merupakan level terendah di tanggal 15 April 2021. Menembus ke bawah dari level tersebut berpeluang memicu penurunan lanjutan ke area 1678 yang merupakan level terendah di tanggal 30 Maret 2021. Level support kuat berada dikisaran 1605 yang merupakan level terendah di tanggal 3 April 2020.

Namun, jika harga emas bergerak naik hingga menembus ke atas level 1800 yang merupakan area indikator moving average 100 di grafik daily, harga emas berpeluang naik lebih lanjut untuk menargetkan ke level resisten selanjutnya di kisaran 1839 yang merupakan level tertinggi 8 Februari 2021. Menembus ke  atas area tersebut,  harga emas berpotensi bergerak lebih tinggi lagi untuk menargetkan resisten kuat di 1900 yang merupakan level tertinggi di tanggal 31 Desember 2020.

Level support: 1734 - 1678 - 1605
Level resisten : 1800 -1839 - 1900

RELATED NEWS

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI