0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 

Harga Minyak Jatuh Karena OPEC+ Khawatir Terhadap Melambatnya Permintaan Minyak di Tahun 2021

Commodity
31 Maret 2021 | 20:20 WIB
Harga minyak bergerak turun pada hari Rabu (31/3) di tengah kekhawatiran pemulihan pasar setelah OPEC dan para sekutunya menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun 2021, meskipun optimisnya data aktivitas pabrik Tiongkok.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) pada pukul 20:22 WIB terpantau melemah sekitar 0,6% di level $60.05 per barel setelah sempat jatuh ke level $60.01.

OPEC+ telah menurunkan perkiraan permintaan minyak untuk tahun ini sebesar 300.000 barel per hari, ditunjukkan dalam sebuah laporan dari pertemuan para panel ahli yang dilihat oleh Reuters.

Organisasi negara pengekspor minyak dan para sekutunya yang tergabung dalam kelompok OPEC+, dijadwalkan akan bertemu pada hari Kamis, untuk memutuskan kebijakan produksi minyak mentah.

OPEC+ saat ini telah membatasi produksi sekitar 7 juta barel per hari dalam upaya untuk mendukung harga dan mengurangi kelebihan suplai. Arab Saudi telah menambahkan dengan pemangkasan sukarela sebesar satu juta barel per hari.

RELATED NEWS

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI