0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 

Harga Emas Berpotensi Turun Selama Bergerak Di Bawah level 1906

Commodity
26 Oktober 2020 | 09:05 WIB
Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah outlook menguatnya dolar AS dibalik ketidakpastian stimulus AS serta laporan yang mengatakan bahwa obat remdesivir dari Gilead Sciences telah diizinkan oleh FDA untuk penanganan virus korona. Namun, penurunan berpeluang terbatas mengingat hasil poling sementara yang mengunggulkan Joe Biden menjelang pilpres AS dibalik janjinya yang akan mengeluarkan lebih banyak bantuan stimulus korona dibandingkan Trump. Selanjutnya fokus hari ini akan tertuju ke data penjualan rumah baru di AS yang dirilis pukul 21:00 WIB.

Potensi Pergerakan : Harga emas berpeluang untuk di sell selama harga masih tertahan bergerak di bawah level resisten di 1906 karena berpotensi turun untuk menguji level support di 1890.

Alternatif: Namun, jika harga terus bergerak naik hingga menembus ke atas level resisten di 1906,  berpotensi untuk di buy, karena berpotensi naik lebih lanjut membidik resisten di 1915

Level Support: 1890 -1880 - 1868
Level resisten : 1906 - 1915 - 1927
(Faisyal)

RELATED NEWS

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI