0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

The Fed Berencana Perlambat Penyusutan Neraca

World Economy
10 Februari 2019 | 12:32 WIB

Pembuat kebijakan Federal Reserve telah mengindikasikan bahwa mereka mungkin terbuka untuk mengutak-atik rencana lama untuk menyusutkan neraca bank sentral, termasuk dengan mengeluarkan obligasi yang berbasis perumahan lebih awal dari yang direncanakan atau menjaga portofolio aset yang lebih besar dari yang diperkirakan.

Rencana itu merupakan salah satu di antara sejumlah opsi yang dibahas pada pertemuan The Fed Desember lalu, demikian risalah FOMC yang dirilis pada hari Rabu. Diskusi akan dilanjutkan pada pertemuan mendatang, risalah tersebut mengatakan.

Kepala ekonom JP Morgan, Michael Feroli, menulis dalam sebuah catatan kepada para investor, menggambarkan debat tersebut cukup panas. Ketua Fed Jerome Powell sendiri mengatakan pada bulan Desember bahwa penyusutan neraca merupakan keharusan dan tidak bisa diubah karena harus berjalan sesuai rencana atau berjalan secara auto pilot.

Tetapi diskusi menunjukkan bahwa masa depan rencana itu mungkin akan berubah karena pembuat kebijakan menjadi semakin gelisah tentang potensi kekusutan dalam kendali mereka atas suku bunga jangka pendek.

The Fed selama bertahun-tahun membeli obligasi untuk menstimulasi ekonomi AS yang hampir mati, sehingga mengakumulasi aset pasar modal di neraca The Fed hingga senilai $ 4,5 triliun. Sejak tahun lalu, Fed mulai menyeimbangkan neracanya dengan menjual kembali obligasi yang dibeli ke pasar, baik melalui lelang di pasar primer maupun menjual di pasar sekunder untuk obligasi yang belum jatuh tempo.

The Fed sekarang memangkas kepemilikannya sebesar $ 50 miliar setiap bulan, jumlah yang dimaksudkan untuk mengurangi portofolio ke ukuran yang lebih "normal" selama beberapa tahun tanpa memberikan terlalu banyak tekanan pada tingkat kebijakan jangka pendek Fed.

Hingga sat ini Fed telah mereduksi lebih dari $ 380 miliar US Treasury dan obligasi hipotek. Tetapi cadangan menurun pada tingkat yang jauh lebih cepat, turun menjadi $ 1,51 triliun pada akhir 2018, dari puncak 2014 lebih dari $ 2,7 triliun.

Jika cadangan US Treasury di neraca menjadi terlalu langka, permintaan untuk mereka dapat mendorong suku bunga kebijakan utama The Fed berada di atas target, sekarang ditetapkan pada 2,25 persen menjadi 2,5 persen. The Fed telah melakukan beberapa penyesuaian teknis untuk mencegah hal itu terjadi.

 

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI