0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Shutdown Sebabkan Penundaan Negosiasi Perdagangan AS dengan Negara Lain

World Economy
17 Februari 2019 | 11:37 WIB

Ketua Komisi Keuangan di Senat AS mengatakan pada hari Rabu bahwa negosiasi perdagangan AS dengan negara-negara lain kemungkinan ditunda sebagai akibat dari penutupan sebagian administrasi pemerintah, yang sekarang sudah memasuki hari ke 26.

Perkiraan tanggal mulai untuk dua negosiasi perdagangan utama tampaknya dalam bahaya di tengah pengurangan staf yang signifikan di kantor perwakilan perdagangan AS, Gedung Putih dan kantor-kantor penting lainnya, kata Senator Republik Chuck Grassley dari negara bagian Iowa.

"Saya pikir negosiasi-negosiasi ini akan ditunda," katanya, merujuk secara khusus pada pembicaraan yang diperkirakan akan dimulai dengan Uni Eropa dan Jepang.

Pertimbangan Kongres AS atas revisi perjanjian perdagangan Presiden Donald Trump dengan Meksiko dan Kanada juga dapat ditunda karena Komisi Perdagangan Internasional, kantor yang ditugasi menghasilkan laporan ekonomi mengenai kesepakatan itu, telah ditutup sejak dimulainya shutdown. Kongres tidak akan membahas revisi itu tanpa laporan itu, kata Grassley.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI