0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Sektor Jasa Euro-zone Alami Masa Suram

World Economy
23 Desember 2012 | 13:01 WIB

Monexnews - Jika tida ada perubahan berarti, perekonomian zona Euro akan mencatat pelemahan terburuk sejak tahun 2009 silam di kuartal IV.

Banyak perusahaan di wilayah pengguna mata uang Euro mulai kesulitan menyeimbangkan neraca keuangan masing-masing. Kelesuan ekonomi regional telah meruntuhkan gairah bisnis dan belanja konsumen sehingga sektor korporasi sulit untuk bertahan di tengah krisis. Perusahaan sektor jasa, seperti bank dan hotel, dipaksa merumahkan karyawan dalam waktu yang lebih cepat dibanding perkiraan.

Fakta tersebut sejalan dengan apa yang ditunjukkan oleh data PMI sektor jasa Euro-zone bulan ini. Survei PMI jasa menghasilkan angka terburuk sejak masa krisis 2009, yakni hanya sebesar 45.7 atau lebih rendah dibanding catatan bulan Oktober di 46.0. Selama 10 bulan beruntun, indeks sektor jasa konsisten berada di bawah 50 atau ambang batas antara kontraksi dan ekspansi. Lembaga penyelenggara survei, Markit, bahkan engga menyebut bahwa potret negatif bulan November akan menjadi yang terakhir dialami oleh zona Euro.

Pesimisme pelaku sektor jasa sekarang semakin besar, bahkan jika dibandingkan dengan periode krisis Maret 2009. Ketika itu, PMI jasa masih mampu mencatat level 48.6 meski di tengah ketidakpastian global. Kondisi sektor jasa sangat berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di sektor manufaktur. PMI manufaktur naik ke 46.2 di bulan November sekaligus menandai perolehan terbaik sejak Maret. Di bulan Oktober lalu, indikator ini tercatat di level 45.4. Hasil output produksi dan indeks orderan baru mulai merangkak naik walau masih rentan penurunan lagi. Data PMI komposit bulan November, yang menggabungkan antara kinerja sektor pabrikan dan jasa, cenderung tidak berubah dibanding dari bulan sebelumnya, dari 45.7 menjadi 45.8. Sementara tekanan inflasi terhadap pihak perusahaan ikut melemah seiring turunnya input price index.

Mengacu pada fakta tersebut, proyeksi pelaku pasar mulai terbelah dalam menyikapi perlunya pemangkasan suku bunga oleh bank sentral dari 0.75% ke 0.5% dalam waktu dekat. "Saya rasa ECB melihat kebijakan saat ini masih akomodatif sembari memberi waktu bagi pemerintah untuk memperbaiki struktur ekonominya masing-masing," ujar Chris Wiliamson, Kepala Ekonom Markit.

 

(dim)

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI