0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Permintaan Lemah, Ekspor Jepang Turun dalam Tiga Bulan

World Economy
18 April 2019 | 13:48 WIB

Ekspor Jepang turun untuk bulan ketiga pada bulan Februari yang menimbulkan kekhawatiran pada pejabat terkait perekonomian Jepang akan tanda-tanda perlambatan ekonomi lebih lanjut. Akibat dari penurunan ini bank sentral  Jepang mungkin terpaksa menawarkan lebih banyak stimulus  untuk meredam efek dari melambatnya permintaan eksternal.

Perlambatan pertumbuhan global, perang perdagangan China-AS dan kerumitan proses kepergian Inggris dari Uni Eropa telah memaksa banyak pembuat kebijakan untuk beralih ke arah kebijakan  pelonggaran selama beberapa bulan terakhir.

Jepang berada dalam situasi yang serupa dengan sebagian besar dunia, di mana pabrik-pabrik telah mengalami pengurangan produksi dan kepercayaan bisnis telah anjlok di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Data Kementerian Keuangan Jepang menunjukkan pada hari Senin ekspor turun 1,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya di bulan Februari, lebih dari penurunan 0,9 persen yang diperkirakan oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Ini mengikuti penurunan tajam 8,4 persen tahun ke tahun di Januari, menandai penurunan bulan ketiga berturut-turut karena penurunan pengiriman mobil, baja, dan peralatan produksi semikonduktor.

Dampak ke Kebijakan BOJ

Bank of Japan pekan lalu memangkas pandangannya pada ekspor dan output industri, sambil menjaga kebijakan tidak berubah. Namun, pelemahan ekspor yang meluas dapat menempatkannya di bawah tekanan untuk memberikan lebih banyak kebijakan pelonggaran, terutama karena inflasi masih berada di luar target 2 persen dan tekanan pada bisnis dan konsumen terus meningkat.

Dalam konferensi pers pasca-kebijakan pekan lalu, Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mengakui tantangan yang dihadapi ekonomi tetapi tidak memberikan indikasi akan ada stimulus tambahan.

Tetapi Kuroda mungkin harus mengubah taktik dalam menghadapi serangkaian indikator ekonomi yang lemah.

Banyak pihak di BOJ berharap ekonomi Jepang akan keluar dari perlambatan di paruh kedua tahun ini, dengan asumsi kebijakan stimulus China dapat menghidupkan kembali permintaan barang asal Jepang di sana.

Kekhawatiran terbesar di antara para pembuat kebijakan BOJ adalah bahwa pelemahan ekspor dan output akan merusak sentimen perusahaan, mendorong perusahaan untuk menunda belanja  modal  dan kenaikan upah.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI