0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Penasihat PM Jepang: Pasar Tenaga Kerja Lebih Penting Daripada Target Inflasi

World Economy
25 Maret 2019 | 14:34 WIB

Bank of Japan dapat mengabaikan target inflasi 2 persen atau menunda upaya untuk mencapainya saat pasar kerja menunjukkan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar cukup karena bagi masyarakat lebih baik harga jatuh daripada naik, ujar penasihat ekonomi Perdana Menteri Shinzo Abe, Senin (25/2/2019).

Sementara inflasi terjebak di dekat 1 persen, kebijakan moneter ultra-longgar BOJ berjalan dengan baik karena menciptakan lapangan kerja dan mendorong upah bagi pekerja temporer, kata Koichi Hamada, yang dianggap sebagai salah satu arsitek utama kebijakan stimulus "Abenomics" perdana menteri.

"Harga tidak perlu naik banyak. Dari perspektif mata pencaharian masyarakat, yang lebih diinginkan adalah harga jatuh, bukan naik," kata Hamada kepada Reuters, Jumat.

Mengenai target inflasi 2 persen yang sulit dipahami BOJ, Hamada mengatakan, "Saya pikir itu bisa ditinggalkan. Itu tidak terlalu penting." Dia menambahkan bahwa "tingkat target inflasi yang tepat dapat diputuskan oleh bank sentral".

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI