0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Menyusul Bursa Asia, Saham Eropa Dibuka Melemah Terkait Tarif Impor AS

Stock Index
11 Agustus 2018 | 16:02 WIB

Menyusul berakhirnya bursa Asia di zona merah, bursa saham Eropa diperdagangkan lebih rendah pada Rabu pagi setelah otoritas AS mengumumkan daftar baru produk China yang akan dikenakan  tarif baru.

Stoxx 600 pan-Eropa yang berisi saham-saham blue chip atau perusahaan global papan atas di Eropa diperdagangkan menurun 1,18 persen atau 4,54 poin ke 381. Disusul indeks FTSE 100 London yang terpangkas dalam 104 poin atau 1,36 persen ke 7587. Berikutnya, DAX Jerman terkoreksi 1,23 persen setara 154 poin menuju level 12455, dan CAC 40 Perancis turun 1,09 persen atau 59 poin di 5375.

Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan bahwa mungkin ada tarif 10 persen baru untuk barang-barang Cina senilai $ 200 miliar.

Wakil Menteri Perdagangan China Li Chenggang hari ini memperingatkan pemerintahan AS bahwa putaran kedua tarif AS pada barang-barang China merugikan sistem Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan melukai globalisasi.

Li menambahkan bahwa satu-satunya pilihan yang tepat untuk hubungan China-AS adalah kerja sama.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI