0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Indeks Saham Berjangka AS Melemah Sikapi Perlambatan Ekonomi China

Stock Index
22 Februari 2019 | 18:33 WIB

Saham berjangka AS mengindikasikan kerugian untuk Wall Street pada hari Selasa, karena kekhawatiran baru atas keadaan ekonomi global seiring kembalinya perdagangan setelah libur pada Senin.

Laporan pendapatan perusahaan sepanjang tahun lalu akan menjadi fokus investor dalam pekan-pekan ke depan.

Dow Jones Industrial Average berjangka turun 193 poin, atau 0,8%, menjadi 24.495, sementara S&P 500 berjangka turun 20,85 poin, atau 0,8% menjadi 2.650,50. Nasdaq-100 berjangka turun 68,25 poin, atau 1%, menjadi 6.725.

Saham di bursa AS reguler ditutup lebih tinggi untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Jumat. The Dow Jones Industrial Average naik 336,25 poin, atau 1,4%, berakhir pada 24.706,35 untuk kenaikan mingguan 3%. Indeks S&P 500 naik 1,3% menjadi 2.670,71, sepekan naik 2,9%. Sedangkan Nasdaq Composite menambahkan bobot 1% menjadi 7.157,23, mengakhiri pekan lalu dengan 2,7% lebih tinggi.

Setelah China mencatat laju pertumbuhan tahunan paling lambat 6,6% - sejak 1990, Presiden Xi Jinping dilaporkan mengadakan pertemuan para pejabat Partai Komunis tingkat tinggi, mendesak mereka untuk waspada terhadap peristiwa keuangan "angsa hitam" dan "badak abu-abu". dalam menghadapi perlambatan ekonomi. Ketegangan perdagangan antara AS dan China diklaim sebagai  penyebab perlambatan ekonomi China.

Black swan atau angsa hitam adalah peristiwa atau kejadian yang sangat negatif yang sangat sulit diprediksi. Dengan kata lain, peristiwa angsa hitam adalah peristiwa yang tidak terduga dan tidak dapat diketahui.

Sementara badak abu-abu adalah istilah untuk ancaman yang sangat mungkin terjadi, berdampak tinggi namun terabaikan, yang ketika terjadi, dapat menyebabkan kerusakan parah

Mengutip data yang lemah, Presiden Donald Trump di akun Twitternya Senin malam mengatakan bahwa Cina harus melakukan Perjanjian Riil  dan berhenti bermain-main," ketika datang untuk berdagang dengan AS. Namun kedua negara dilaporkan masih jauh dari kata sepakat dengan masalah-masalah utama seperti pencurian kekayaan intelektual.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI