0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Memanasnya Hubungan AS-China Menopang Kenaikan Harga Emas Ke Level Tinggi 7-Bulan

Gold Updates
29 Februari 2019 | 11:45 WIB

Harga emas naik untuk menyentuh level tertinggi tujuh bulan di level $1304.47 per troy ons pada hari Selasa karena investor menjauh dari aset berisiko dibalik kekhawatiran terhadap eskalasi ketegangan dagang AS-China setelah Departemen Kehakiman AS menuduh China Huawei Technologies Co Ltd melakukan penipuan. 

Margaret Yang, analis pasar di CMC Market mengatakan bahwa investor sangat hati-hati dengan banyak ketidakpastian terhadap pembicaraan dagang AS-China dan Brexit. Prospek tersebut tidak terlihat positif. Uang investor saat ini bergerak ke aset safe haven seperti emas. 

Amerika Serikat pada hari Senin menuduh Huawei, kepala keuangannya dan dua afiliasinya dengan penipuan uang dan informasi untuk melanggar sanksi terhadap Iran dalam kasus yang meningkatkan ketegangan dengan Beijing. 

Investor khawatir tuduhan tersebut akan mempersulit pembicaraan perdagangan tingkat tinggi yang akan dimulai pada hari Rabu dimana Wakil PM China Liu he akan bertemu dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan lainnya.
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI