0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Emas Berbalik Menguat Respons Rencana Pembicaraan AS-China

Gold Updates
17 September 2018 | 15:48 WIB

Emas diperdagangkan menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (17/8/2018), setelah dollar AS sebagai mata uang denominasi emas tergelincir karena tersiar berita China dan Amerika Serikat yang akan menggelar pembicaraan perdagangan bulan ini.

Penguatan harga emas sekaligus menghentikan penurunan harga emas dalam enam hari perdagangan berturut-turut. Trader merespons positif rencana pembicaraan perdagangan antara AS dan China, mendorong aset  ekuitas meningkat.

Saat penulisan, emas diperdagangkan di $1178.22 per troy ons, menguat 0.39% atau 4.58 poin.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menegaskan Kamis bahwa AS dan China akan melanjutkan pembicaraan perdagangan akhir bulan ini. Namun ia tetapi memperingatkan bahwa Presiden Donald Trump memiliki tekad yang kuat untuk memastikan pemerintah mendapat kesepakatan yang menguntungkan AS.

AS dan China terlibat dalam ketegangan perdagangan yang belum pernah terjadi selama hubungan dagang kedua negara. AS ingin menurunkan defisit perdagangannya dengan China dengan menerapkan tarif pada produk-produk asal China dan dibalas China dengan kebijakan serupa.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI