0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Isu Politik Kembali Tekan GBPUSD

GBPUSD Market Desk
27 Maret 2017 | 21:20 WIB

Monexnews - Belum juga masalah Brexit tuntas, kurs pound sterling kembali diterpa isu politik, membuat pasangan GBPUSD merosot di awal pekan (27/2). Sejak pertengahan 2014, isu politik terus memberikan tekanan bagi pound sterling yang mencapai level tertinggi enam tahun terhadap dollar ketika itu.

Adalah Skotlandia yang dikabarkan akan kembali mengadakan referendum untuk menentukan keanggotaannya di Inggris Raya. Skotlandia pernah mengadakan referendum yang sama pada bulan September 2014, dan hasilnya 55,3% warga negara tersebut memutuskan tetap bersama Inggris Raya, meski hasil polling sebelumnya menunjukkan jumlah responden yang ingin bertahan dibandingkan dengan yang ingin keluar dari Inggris Raya bersaing ketat.

Sejak referendum Skotlandia 2014, GBPUSD tidak pernah lagi pulih ke level pra-referendum dikisaran 1.6500. Bahkan seperti kita ketahui bersama, GBPUSD turun hingga ke level terendah tiga dekade setelah keputusan Brexit pada tahun lalu.

Isu Skotlandia akan kembali mengadakan referendum sebenarnya bukan hal baru, sebelumnya juga sempat berhembus ketika mayoritas warga Skotlandia tidak menyetujui Brexit pada referendum Inggris Juni 2016 lalu. Isu ini kembali muncul ke permukaan setelah Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dikabarkan akan merestui referendum Skotlandia dengan syarat Inggris telah menyelesaikan proses Brexit.

Pimpinan pemerintahan Skotlandia yang juga ketua Partai Nasional Skotlandia, Nicola Sturgeon, diperkirakan akan mengajukan wacana referendum pada konferensi partainya 17 Maret mendatang, dan kemungkinan akan ditindaklanjuti ke parlemen Skotlandia. Jika skenario tersebut berjalan, dan parlemen Skotlandia memperkuat mandat Sturgeon untuk melakukan referendum, GBPUSD kemungkinan akan terus mengalami tekanan dalam jangka panjang, melihat proses Brexit yang diperkirakan akan rampung pada 2019.

Sebelum isu referendum Skotlandia kembali menjadi berita hangat, bank multinasional JP Morgan telah memperkirakan GBPUSD akan berada di level 1.2000 pada kuartal pertama tahun ini akibat berlarut-larutnya penbahasan rancangan undang-undang sebelum proses Brexit resmi dimulai. Ditambah dengan isu refrendum Skotlandia, tidak menutup kemungkinan GBPUSD akan turun lebih jauh.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI