0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Dolar AS Menguat Menjelang Komentar Pejabat The Fed

Forex
4 Maret 2019 | 11:34 WIB
Dolar AS menguat pada hari Senin  pada sesi Asia karena trader menenti komentar dari Federal Reserve pada minggu ini. 

Setelah mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut baru-baru ini pada Desember, bank sentral AS mengumumkan akan menunda rencana kenaikan suku bunga lebih lanjut dan berjanji untuk "bersabar" pada langkah selanjutnya dalam pertemuan Januari, mengutip inflasi yang diredam dan meningkatnya risiko pertumbuhan ekonomi global .

Pengamat pasar akan mendengarkan pernyataan Presiden Fed Cleveland Loretta Mester pada hari Senin dan Presiden Fed St Louis James Bullard pada hari Jumat. Ketua Fed Jerome Powell dijadwalkan untuk berbicara pada hari Rabu, tetapi tidak jelas apakah pernyataannya akan membahas kebijakan moneter.

Data pekerjaan AS yang lebih kuat dari yang diperkirakan dikutip sebagai memberikan dukungan kepada greenback hari ini.

Laporan itu menunjukkan ekonomi AS menciptakan 304.000 pekerjaan baru, tertinggi dalam 11 bulan, mengalahkan perkiraan untuk 165.000 pekerjaan.

Pada saat penulisan dolar berada pada level $ 95.70. 
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI