0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Terbebani Data API, Harga Minyak Melemah ke $59.78 Pada Awal Hari Rabu

Commodity
27 April 2019 | 10:17 WIB
Harga minyak bergerak lebih rendah pada awal perdagangan Rabu untuk turun ke level $59.78 per barel setelah laporan industri menunjukkan adanya kenaikan dalam cadangan minyak mentah AS, namun kerugian dibatasi oleh masih berlangsungnya pembatasan suplau dan berkurangnya output dari Venezuela.

The American Petroleum Institute, pada akhir perdagangan Selasa melaporkan bahwa cadangan minyak mentah AS naik 1.9 juta barel pada pekan lalu, sementara itu analis perkirakan untuk penurunan 1.2 juta barel. 

Pasar saat ini akan melihat apakah data pemerintah yang dirilis malam nanti akan mengkonfirmasik data API atau tidak. 

Hara minyak naik pada hari Selasa karena pelabuhan ekspor minyak utama Venezuela Jose dan empat peningkatan minyak tidak dapat menjalankan operasi menyusul pemadaman listrik besar-besaran pada hari Senin, kedua dalam sebulan. 

Harga minyak telah naik lebih dari 25% di tahun ini, didukung oleh pembatasan suplai oleh OPEC dan produsen utama lainnya, bersamaan dengan sanksi AS terhadap ekspor dari Venezuela dan Iran.
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI