0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Sentimen Meningkatnya Cadangan AS Dan Ketidakpastian AS-Tiongkok Berpeluang Bebani Harga Minyak

Commodity
10 November 2019 | 09:51 WIB
Harga minyak berpotensi untuk bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen meningkatnya cadangan minyak mentah AS seperti yang dilaporkan oleh Energy Information Administration semalam.

Sentimen lainnya yang berpeluang menjadi beban bagi harga minyak adalah ketidakpastian negosiasi dagang AS-Tiongkok yang dijadwalkan akan berlangsung hari ini. Jika mereka tidak mencapai kesepakatan berpotensi memicu penurunan harga minyak lebih lanjut. Namun, jika tercapai kesepakatan, berpotensi menjadi sentimen positif untuk harga minyak.

Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di 52.00, menembus ke bawah dari level tersebut berpotensi memicu penurunan lanjutan ke 51.50 sebelum menargetkan support kuat di 50.70. Sebaliknya jika bergerak naik, level resisten terdekat berada di 52.80, menembus ke atas dari level tersebut berpeluang memicu kenaikan lanjutan ke 53.30 sebelum menargetkan resisten kunci di 54.00.

Level support : 52.00 - 51.50 - 50.70
Level resisten : 52.80 - 53.30 - 54.00
(Faisyal)
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI