0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Outlook Perlambatan Permintaan Karena Eskalasi AS-Tiongkok Berpotensi Picu Turunnya Harga Minyak

Commodity
6 September 2019 | 10:48 WIB
Harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang dagang antara AS dengan Tiongkok, dua pembeli minyak terbesar di dunia, yang dapat menurunkan tingkat permintaan.

Namun, pelemahan berpeluang terbatas jika pasar mempertimbangkan ketegangan di Timur Tengah setelah kemarin menteri luar negeri Iran mengatakan bahwa negaranya tidak akan mentoleransi "gangguan maritim" di Selat Hormuz setelah mereka menangkap kapal tanker milik Irak.

Untuk sisi bawahnya, level support terdekat terlihat di 54.70, menembus ke bawah dari level tersebut berpeluang memicu penurunan lanjutan menuju ke 54.20 sebelum menargetkan ke support kunci di 53.60. Sebaliknya jika bergerak naik, level resisten terdekat terlihat di 55.50, menembus ke atas dari level tersebut berpeluang memicu kenaikan lanjutan menuju ke level 56.00 sebelum menargetkan ke resisten kuat di 56.60.

Level support : 54.70 - 54.20 - 53.60
Level resisten : 55.50 - 56.00 - 56.60
(Faisyal)
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI