0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Minyak Melemah Ke Level $62.51 di Tengah Melonggarnya Sanksi AS Terhadap Iran

Commodity
5 Desember 2018 | 13:31 WIB
Harga minyak melemah pada hari Senin untuk turun ke level $62.51 per barel di tengah mulai meredanya kekhawatiran sanksi AS terhadap ekspor minyak mentah Iran setelah adanya kelonggaran yang akan memungkinkan beberapa negara masih dapat impot minyak mentah Iran, setidaknya sementara. 

Kondisi ini datang di tengah trader yang pangkas taruhan bullish mereka pada kontrak minyak berjangka ke level terendah dalam satu tahun pada akhir Oktober, ini menjadi penurunan beruntun kelima dalam sebulan ketika harga mencetak penurunan terbesar sejak Juli 2016, data ditunjukkan pada hari Jumat.

Harga minyak telah berada di bawah tekanan sejak menjadi jelas bahwa Washington mengizinkan beberapa negara untuk dapat mengimpor minyak dari Iran meskipun ada sanksi, yang akan berjalan resmi pada hari Senin. 

Amerika Serikat pada hari Jumat telah mengatakan bahwa mereka akan izinkan sementara delapan importir untuk tetap membeli minyak Iran ketika mereka menerapkan sanksi kembali, yang bertujuan untuk membatasi program nuklir dan rudal Teheran
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI