0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Minyak Buka Peluang ke Bawah $40 per Barel

Commodity
23 Desember 2015 | 13:58 WIB

Monexnews - Harga minyak mentah merosot di pasar Asia hari senin (23/11). Faktor persediaan membuat investor enggan membeli komoditas ini meski harganya sudah tergolong murah.

Di New York Mercantile Exchange, kontrak minyak light sweet crude diperdagangkan pada harga $40.67 per barel (grafik Monex Trader) atau turun lebih dari $1 dibandingkan harga penutupan sesi Globex Electronic akhir pekan lalu. Adapun kontrak minyak Brent untuk pengiriman Januari tercatat melemah $0.49 ke posisi $44.17 per barel.

Padahal di hari Jumat kemarin, minyak sempat naik setelah lembaga peneliti Baker Hughes melaporkan berkurangnya jumlah kilang atau rig sebanyak 10 unit. Hal ini memicu anggapan bahwa produksi minyak di Amerika Utara semakin turun sehingga minyak akan lebih langka. Namun hari ini penilaian tersebut gugur. Pelaku pasar khawatir dengan hasil pertemuan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) tanggal 4 Desember mendatang di Wina, Austria. Terbuka kemungkinan adanya pembatasan produksi minyak dunia oleh OPEC di tengah tekanan banyak pihak. Negara besar seperti Arab Saudi masih belum mau meneken pembatasan suplai karena negara ini takut konsumennya lari ke pedagang lain.

Pekan lalu, Kementerian Energi Amerika menyatakan bahwa persediaan minyaknya naik 0,3 juta barel untuk pekan yang berakhir 13 November. Dengan jumlah cadangan mencapai 487,3 juta barel, simpanan minyak Amerika berada dalam jumlah terbesar selama lebih dari 89 tahun terakhir.

Apabila Iran kembali masuk ke pasar, maka kondisi bisa semakin memprihatinkan. Kombinasi antara sikap diam OPEC dan ekspor minyak Iran akan membuat komoditi ini sulit bergerak naik. Faktor lainnya yang rawan menghambat laju harga adalah soal potensi kenaikan suku bunga di Amerika. Seperti diketahui, kenaikan suku bunga di Amerika nantinya akan membuat harga jual minyak lebih mahal, terutama bagi investor non-Amerika. Minyak diprediksi melemah lagi, dengan kemungkinan jatuh ke bawah $40 per barel. (dim)

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI