0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Merespon Hasil Pertemuan OPEC+ Untuk Pengurangan Produksi Terbesar Dalam Sejarah, Harga Minyak Bergerak Naik

Commodity
13 Mei 2020 | 10:31 WIB
Harga minyak bergerak naik pada awal perdagangan hari Senin (13/4) ke level $24.62 per barel setelah para produsen besar akhirnya sepakati pengurangan produksi terbesar dalam sejarah, meskipun begitu kenaikan terlihat terbatas di tengah kekhawatiran bahwa itu tidak cukup untuk menghadapi kondisi membannjirnya suplai dengan pandemi virus korona menurunkan permintaan. 

Setelah berselisih selama empat hari, Organization of  the Petroleum Exporting Countries (OPEC), Rusia dan produsen lainnya, yang disebut OPEC+, sepakat pada hari Minggu untuk mengurangi produksi sebesar 9.7 juta  barel per hari untuk mendukung harga minyak, ungkap narasumber, ini sekitar 10% dari suplai global.

Menteri energi Kuwait mengatakan bahwa  total pengurangan suplai minyak global dapat menjadi 20 juta barel per hari, atau sekitar 20% dari suplai global. 

Para pemimpin dari tiga produsen besar dunia yaitu, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden AS Donald Trump dan Raja Arab Saudi Salman, semuanya mendukung kesepakatan OPEC+ untuk mengurangi produksi minyak mentah global, ungkap Kremlin pada hari Minggu. 

Trump memuji kesepakatan tersebut, dengan mengatakan bahwa itu akan menyelamatkan para pekerja di industri energi AS. 

Menteri energi Arab Saudi juga mengatakan bahwa Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arsb bersedia untuk mengurangi produksi bahkan lebih besar dari yang disepakati, yang secara efektif akan menurunkan suplai OPEC+  sebesar 12.5 juta barel per hari dari tingkat suplai saat ini.

Meskipun ada berita baik, pasar masih terlihat khawatir terhadap permintaan yang akan membatasi kenaikan harga. Konsumsi bahan bakar di seluruh dunia telah turun hampir 30% karena virus Covid-19 telah menyebabkan meninggalnya orang-orang di seluruh dunia untuk lebih dari 100.000 dan membuat tutup usaha dan pemerintah me-lockdown negara masing-masing.

OPEC+ dalam pertemuannya juga mengatakan bahwa mereka ingin para produsen diluar kelompok mereka seperti Amerika Serikat, Kanada, Brasil dan Norwegia, untuk memangkas lebih banyak 5%, atau sekitar 5 juta barel per hari.

Kanada dan Norwegia saat ini telah sinyalkan kesediaan mereka untuk mengurangi produksi. Sementara itu Amerika Serikat, dimana undang-undang antimonopoli mempersulit untuk bertidak bersama-sama dengan kelompok seperti OPEC, juga mengatakan bahwa produksinya akan turun sebanyak 2 juta barel per hari di tahun ini tanpa pengurangan produksi yang direncanakan karena rendahnya harga minyak.
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI