0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Harga Minyak Naik Karena Outlook Pengurangan Produksi AS Tahun Depan

Commodity
24 2018 | 16:13 WIB
Harga minyak bergerak naik pada hari Senin ke level $46.20 per barel pada sinyal bahwa kejatuhan harga akhir-akhir ini mungkin akan mulai mengurangi suplai dari Amerika Serikat, yang saat ini menjadi produsen terbesar di dunia, meskipun ada kekhawatiran terhadap ekonomi global yang terus membebani harga. 

Harga minyak rebound dari penurunan tajam pekan lalu dengan minyak WTI turun sekitar 11 persen pada pekan lalu, menjadi kinerja mingguan terburuk sejak Januari 2016. 

Harga minyak WTI telah turun lebih dari 35% dari level puncak di awal Oktober. 

Turunnya harga minyak menyebabkan produsen minyak shale AS untuk mengurangi rencana pengeboran untuk tahun depan. 

Lonjakan dalam produksi minyak shale AS telah mendorong Amerika Serikat ke posisi produsen teratas melampaui Arab Saudi dan Rusia. Industri ini berada di pusat seruan dari Presiden Donald Trump untuk meningkatkan kemandirian energi negaranya.
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI