0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
 

Lembaga Pemerintah Kompak 'Museumkan' Blackberry

CFD
23 Desember 2012 | 11:46 WIB

Monexnews - Setelah angkatan bersenjata Amerika enggan memperpanjang pemakaian Blackberry, kini institusi lain menunjukkan sikap serupa. 

Badan Transportasi Keamanan Nasional (NTSB) Amerika Serikat memutuskan untuk tidak menggunakan produk Blackberry sebagai bagian dari alat komunikasi pekerjanya. Otoritas beralih ke produk iPhone sebagaimana apa yang sudah beberapa instansi terdahulu. Pihak procurement telah mengajukan proses pengajuan perangkat baru seraya memberi catatan mengapa NTSB mulai meninggalkan Blackberry. "Produk Research in Motion sudah tidak bisa diandalkan untuk beberapa keperluan," demikian tulis agensi dalam procurement request-nya.

Namun demikian, juru bicara NTSB, Eric Weiss enggan menyebut kendala spesifik yang dari penggunaan Blackberry. Namun salah satu gangguan yang diyakini paling mengganggu operasional adalah stagnasi layanan yang terjadi selama 3 hari pada tahun lalu. "NTSB membutuhkan alat komunikasi yang efektif, bisa diandalkan untuk kepentingan penyelidikan dan keamanan pekerja di tempat yang jauh. Mengacu pada masalah performa alat, kami memutuskan untuk beralih ke perangkat (komunikasi) yang lain," demikian pernyataan NTSB. Pihak NTSB juga tidak berniat menantikan peluncuran Blackberry 10 tahun depan dan tetap ingin memakai iPhone 5 yang sudah terbukti kesesuaiannya dengan layanan operator, khususnya Verizon. Kebijakan agensi memang tidak akan berpengaruh besar terhadap penjualan Blackberry mengingat jumlah karyawannya hanya sebanyak 400 orang. Namun efeknya akan terasa besar apabila langkah itu juga diikuti oleh lembaga-lembaga pemerintahan dan pelaku korporasi lainnya.

Adapun beberapa institusi Amerika yang sudah mempensiunkan Blackberry antara lain. U.S. Immigration and Customs Enforcement, The Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms and Explosives dan the National Oceanic and Atmospheric Administration. Sementara Departemen Pertahanan Amerika juga memperlonggar kebijakan 'pro-Blackberry'-nya dengan memberi pilihan bagi setiap angkatan untuk memilih perangkat komunikasi lain. Dephan bahkan telah menerima pengajuan logistik baru dari lembaga-lembaga di bawahnya, termasuk permintaan 162.500 unit produk Apple dan Android Google.

Pihak RIM sendiri enggan berkomentar lebih lanjut tentang hal ini dan tidak cemas dengan kabar tersebut. "Kami memiliki 1 juta lembaga pemerintah di Amerika utara yang masih bergantung pada penggunaan Blackberry," bunyi pernyataan tertulis RIM. Perseroan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan penggunanya dengan peluncuran Blackberry 10 tahun depan. Harga saham RIM (RIMM) semalam ditutup pada level $10.26 atau naik 5.72%.

(dim)

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOG IN
Email
Password
Pendaftaran Berhasil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sagittis pharetra nisl dignissim sed aliquet suspendisse id a. Pharetra massa tempor arcu, dolor lorem scelerisque tortor vitae, feugiat.
SELESAI